MAKALAH
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
TENTANG
EKSISTENSI
DAN MARTABAT MANUSIA
TANGGUNG
JAWAB MANUSIA
IMTAQ

Di susun oleh :
1.
Rosyana
Anggraeni (6411414089)
2.
Elis Setianti
(6411414088)
3.
Rizki Maulinda
(6301414020)
4.
Salma Aizah
Palupi ( 6411414116)
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
TAHUN 2014
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
wr.wb
Puji
syukur kehadirat Allah SWT, yang telat melimpahkan rahmat, taufik, hidayah-Nya
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Sholawat
serta salam tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW. Nabi akhir zaman yang
menjadi suri tauladan sepanjang hayat.
Penulisan
makalah ini dapat terwujud berkat bantuan, bimbingan serta dorongan dari
berbagai pihak, maka kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kholid selaku
dosen Pendidikan Agama Islam yang telah memberikan tugas ini.
Kami
menyadari bahwa penulisan Makalah ini tentunya tidak terlepas segala dari
segala kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun
selalu diharapkan demi kebaikan dan kesempurnaan makalah ini. Meskipun
demikian, kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis maupun
permbaca.
Wassalamualaikum
wr.wb
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
.......................................................................................................
1
DAFRTAR
ISI
...................................................................................................................
2
BAB
I PENDAHULUAN
..................................................................................................
3
A. Latar
belakang ..............................................................................................................
3
B. Rumusan
masalah
........................................................................................................
3
C. Tujuan
..........................................................................................................................
3
D. Metode
penulisan
.........................................................................................................
3
E. Sistematika
penulisan
..................................................................................................
3
BAB
II PEMBAHASAN
...................................................................................................
4
A. EKSISTENSI
DAN MARTABAT MANUSIA ..........................................................
5
1. Tujuan
Penciptaan Manusia .........................................................................................
5
2. Fungsi
dan Peranan Manusia ........................................................................................
5
B. TANGGUNGJAWAB
MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ...................................... 6
1. Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah
........................................................... 6
2. Tanggung jawab Manusia sebagai Khalifah Allah
....................................................... 6
C. IMTAQ
........................................................................................................................
6
BAB
III PENUTUP ...........................................................................................................
8
A. KESIMPULAN
...........................................................................................................
8
DAFTAR
PUSTAKA ........................................................................................................
8
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Kehadiran manusia tidak
terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Manusia hakekatnya adalah
makhluk ciptaan Allah SWT. Pada diri manusia teedapat perpaduan antara sifat
ketuhanan dan sifat kemakhlukan. Dalam pandangan islam, sebagai makhluk ciptaan
Allah SWT manusia memiliki tugas tertentu dalam menjalankan kehidupannya di
dunia ini. Untuk menjalankan tugasnya, manusia dikaruniakan akal dan pikiran
oleh Allah SWT. Akal dan pikiran tersebut yang akan menuntut manusia dalam menjalankan perannya.
Dalam hidup di dunia,
manusia diberi tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di
muka bumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam.
Dalam konteks
Indonesia, realitas imtaq direpresentasikan antara lain oleh kehadiran lembaga
keagamaaan dengan segala dimensinya, sementara realitas ipteks
direpresentasikan oleh ke zaman neolithikum, masyarakat Indonesia telah mengenal
pengetahuan yang cukup tinggi. Di mana masyarakat telah mampu memanfaatkan
angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktifitas pelayaran dan perdagangan,
juga mengenal astronomi atau ilmu perbintangan sebagai petunjuk arah pelayaran
atau petunjuk waktu dalam bidanng pertanian.
B. Rumusan
masalah
1. Bagaimana
eksistensi dan martabat manusia?
2. Apa
saja tanggungjawab manusia di muka bumi ini?
3. Apa
yang dimaksud dengan imtaq?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
tujuan dari topik ini adalah :
a. Menjelaskan
eksistensi dan martabat manusia yang meliputi tujuan penciptaan manusia dan
fungsi serta peranan manusia.
b. Menjelaskan
apa saja tanggungjawab manusia di muka bumi ini.
c. Menjelaskan
pengertian imtaq.
D. Metode
penulisan
Penulis memakai metode
studi literatur dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah
ini bersumber tidak hanya dari buku tetapi juga dari media-media lain seperti
perangkat media massa yang diambil dari
internet.
E. Sistematika
penulisan
Makalah ini disusun
menjadi tiga bab, yaitu bab pendahuluan bab pembahasan, dan bab penutup. Adapun
bab pendahuluan terbagi atas : latar belakang, rumusan masalah, metode
penulisan, dan sistematika penulisan. Bab pembahasan berisi tentang perincian
dari rumusan masalah. Bab penutup berisi kesimpulan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. EKSISTENSI
DAN MARTABAT MANUSIA
1. Tujuan
Penciptaan Manusia
Allah menciptakan alam
semesta ini pastilah mempunyai tujuan. Begitu juga dengan manusia, manusia
diciptakan karena ada tujuannya. Seperti yang difirmankan oleh Allah, yang
artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin
dan manusia melainkan agar mereka beribada kepada-Ku. (Q.S Adz-Dzariyat:56)
Hakikat ibadah, menurut
Sayyid Quthb tersimpul dalam dua prinsip, yakni :
a. Tertanamnya
makna menundukkan dan merendahkan diri kepada Allah (al-‘ubudiyah lillah) di dalam jiwa.. dengan kata lain, manusia
senantiasa menyadari bahwa dalam alam ini hanya ada satu Tuhan yang kepada-Nya
manusia beribadah.
b. Berorientasi
kepada Allah dalam segala aktivitas kehidupan. (Sayyid Quthb. 1975. Jilid VI,
Juz 27 :378)
Nabi Muhammad SAW
menggariskan prinsip suatu aktivitas yang bernilai ibadah atau tidak dalam
suatu hadits beliau, yang artinya : Sesungguhnya
nilai segala perbuatan diukur dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap perbuatan
seseorang akan dibalas sesuai dengan niatnya.
Hadits di atas memberi
petunjuk bahwa shalat, puasa, zakat dan haji hanya merupakan sebagian saja dari
sekian banyak lapangan ibadah yang tersimpul dalam kedudukan manusia sebagai
khalifah di muka bumi.
2. Fungsi
dan Peranan Manusia
Manusia mempunyai peran
yang ideal yang harus dijalankan, yakni memakmurkan bumi, mendiami dan
memelihara serta mengembangkannya demi kemaslahatan hidup mereka sendiri, bukan
mengadakan pengerusakan di dalamnya.
Kedudukan yang dipegang
dan peranan yang dimainkan manusia dalam panggung kehidupannya di dunia pasti
berakhir dengan kematian. Sesudah itu, dia akan dibangkitkan atau dihidupkan
kembali ke alam akhirat. Di alam akhirat ini segala peranan yang dilaksanakan
manusia selama hidup di dunia, sekecil apapun peranan itu, akan
dipertanggungjawabkan, lalu dinilai dan diperhitungkan oleh Allah Yang Maha
Adil. Setiap peranan akan mendapat balasan. Peranan yang baik akan mendapat
balasan yang baik, sementara peranan yang buruk akan mendapatkan balasan yang
buruk pula. Manusia yang mendapatkan balasan yang buruk akan merasakan
kesengsaraan yang teramat sangat, dan manusia memperoleh balasan yang baik akan
merasakan kebahagiaan yang abadi.
Tiugas atau fungsi
manusia di dalam kehidupan ini adalah menjalankan peranan itu dengan sempurna
dan senantiasa menambah kesempurnaan itu sampai akhir khayat. Hal itu dilakukan
agar manusia benar-benar menjadi makhluk yang paling mulia dan bertaqwa dengan
sebenar-benar taqwa. ( Q.S Ali Imran :102 dan Q.S Al-Hujurat :13)
B. TANGGUNGJAWAB
MANUSIA
1. Tanggung
jawab manusia sebagai hamba Allah
Hakikat
kehambaan kepada Alloh adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuhan. Hanya
Allah-lah yang disembah dan hanya kepada allah-lah manusia memohin pertolongan
(Q.S, Al-Fathihah:5). Beribadah kepada Allah merupakan prinsip hidup yang
paling hakiki bagi orang islam, sehingga perilakunya sehari-hari senantiasa
mencerminkan pengabdian itu diatas segala-galanya.
2. Tanggung
jawab Manusia sebagai Khalifah Allah
Tuhan
telah menyampaikan kepada malaikat bahwa Dia akan menciptakan khalifah(wakil)
dimuka bumi yaitu manusia yang tugasnya adalah mengurus bumi dan seluruh
isinya, dan memakmurkannya sebagai amanah dari Allah. Sebagai penguasa dibumi,
manusia berkewajiban membudayakan alam semesta ini guna menyiapkan kehidupan
yang bahagia dan sejahtera.
M.
Quraish Shihab mengemukakan beberapa potensi tersebut yang diberikan Allah
kepada manusia sehubungan dengan kedudukannya sebagai khalifah Allah dibumi :
1.
Kemampuan untuk mengetahui sifat, fungsi dan kegunaan segala macam benda.
Melalui potensi ini manusia dapat menemukan hukum dasar alam semesta, menyusun
konsep, mencipta, mengembangkan dan mengemukakan gagasan untuk melaksanakanya
serta memiliki pandangan menyeluruh terhadapnya.
2.
Pengalaman selama berada di sorga, baik yang manis seperti kedamaian dan
kesejahteraan maupun yang pahit seperti keluarnya adam dan hawa dari sorga akibat terbujuk oleh rayuan syaitan.
Pengalaman ini amat berharga dalam menghadapi
rayuan syaitan didunia, sekaligus peringatan bahwa jangankan yang belum
masuk sorga, yang sudah masuk sorgapun, bila mengikuti rayuan syaitanpun akan
diusir dari sorga.
3.
Tuhan telah menakhlukan dan memudahkan alam semesta ini untukdiolah oleh
manusia. Penakhlukan yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia sendiri,
melainkan hanya oleh Allah. Dengan demikian , manusia dan seluruh isi dialam semesta ini memiliki
kedudukan yang sama dari segi ketundukan (penghambaan diri) kepada Allah.
4.
Tuhan memberikan petunjuk kepada manusia selama masih dibumi.
C. IMTAQ
Yusuf
Qardhawi memberikan uraian tentang peran
iman dalam menjawab problem dan tantangan kehidupan modern yaitu:
1. Mendatangkan
kebahagiaan
Kebahagiaan
barulah menjadi kenyataan yang dapat dirasakan apabila telah ada kedamaian,
harapan dan perasaan puas serta perasaan cinta dan kasih sayang. Oleh karena
itu, imanlah sebagai sumbernya. Iman merupakan sumber keamanan lahir maupun
batin. Tanpa ada keimanan, semua kesenangan didunia hanya sebatas fatamorgana.
Kebahagiaan hidup yang oleh Allah diditilahkan dengan hayatan thayyibah hanya
bisa dicapai dengan keimanan dan amal shaleh (Q.S. An-Nahl: 97)
2. Memberikan
Kedamaian Jiwa
Kedamaian
jiwa dihembuskan kedalam jiwa manusia yang beriman, sehingga hati mereka tetap
teguh ketika kebanyakan orang mengalami kegoncangan batin. Jiwa mereka tetap
lapang ketika kebanyakan orang ditimpa
kesempitan. Orang beriman memperoleh ketenangan dan kedamaian karena dia telah
menempuh jalan hidup yang sesuai dengan fitrah yang ditetapkan Allah dalam jiwa
manusia.
Orang
yang beriman mengetahui bahwa ditengah kehidupan dunia modern yang singkat ini
senantiasa berbaur antara kebaikan dan kejahatan, keadilan dan kedzhaliman, hak
dan bathil, suka dan duka. Karakteristik kehidupan yang demikian tentu saja
bukan tujuan, melainkan ladang untuk beramal, untuk mencapai keselamatan dan
kebahagiaan pada kehidupan lain yang lebih hakiki. Suatu kehidupan dimana
setiap orang akan menerima balasan yang seadil-adilnya dari apa yang telah dia
perbuat.
3. Melahirkan
Sikap Berkecukupan
Keimanan
senantiasa akan melahirkan perasaan senang dan puas (qana’ah) serta bersyukur
kepada Allah atas rezeki yang telah dilimpahkan kepadanya.perasaan qana’ah atas
apa yang Allah anugrahkan kepada kita akan menumbuhkan perasaan tentram dan
damai dalam jiwa manusia.
4. Melahirkan
Rasa Aman
Seorang
yang memiliki keimanan tidak akan dilanda cemas. Segala yang sukar diras
ringan, yang jauh dirasa dekat, yang terjal dirasa mulus segalanya dijalankan
dengan perasaan bahagia.
5. Keimanan
menumbuhkan sikap optimis
Perasaan
optimis merupakan kekuatan yang mampu membangkitkan kemauan untuk berbuat. Ia
mampu menumbuhkan semangat untuk selalu melaksnanakan kewajiban menyingkirkan
perasaan malas serta menumbuhkan keseriusan. Optimisme yang tumbuh dari
keimanan, percaya akan adanya pertolongan dan kasih sayang Allah.
6. Membuat
jiwa tegar dalam menghadapi cobaan
Keimanan
menjadikan manusia menjadi lebih tahan dan sabar dalam menghadapi cobaan dan
tantangan kehidupan, teguh pendirian dalam menghadapi masalah hidup.
Keimanan
memang tidak memberikan solusi yang sifatnya jasmani tetapi problematika dan
tantangan kehidupan modern, tetapi solusi yang diberikan oleh keimanan
merupakan penyeimbang dari solusi-solusi lain. Keimanan memenuhi kebutuhan
rohani manusia, sehingga dia menjadi lebih sempurna dan dewasa dalam menjalani
kehidupan modern ini.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan
berbagai aspek yang telah kami bahas, maka dapat kami menyimpulkan bahwa
hakekat manusia dalam pandangan islam yaitu sebagai khalifah di bumi ini. Yang
mampu merubah bumi ini ke arah yang lebih baik. Hal yang menjadikan manusia
sebagai khalifah adalah karena manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki
makhluk lainnya, seperti akal dan perasaan. Selain itu, manusia diciptakan
Allah SWT dalam bentuk yang paling baik, ciptaan Allah yang paling sempurna.
Imtaq
merupakan wahana yang akan mengarahkan dunia pendidikan menuju target yang
dituju, yakni menciptakan generasi beriman dan berilmu yang mampu bersaing dan
beriman kepada Allah SWT.
DAFTAR
PUSTAKA
Elmubarok,
Zaim. Dkk. 2013. Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Semarang: Unnes
Press.
Media
massa internet.


