Selasa, 25 November 2014

EKSISTENSI DAN MARTABAT MANUSIA TANGGUNG JAWAB MANUSIA IMTAQ

MAKALAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TENTANG
EKSISTENSI DAN MARTABAT MANUSIA
TANGGUNG JAWAB MANUSIA
IMTAQ










Di susun oleh :
1.        Rosyana Anggraeni (6411414089)
2.        Elis Setianti (6411414088)
3.        Rizki Maulinda (6301414020)
4.        Salma Aizah Palupi ( 6411414116)



UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2014

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telat melimpahkan rahmat, taufik, hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Sholawat serta salam tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW. Nabi akhir zaman yang menjadi suri tauladan sepanjang hayat.
Penulisan makalah ini dapat terwujud berkat bantuan, bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak, maka kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kholid selaku dosen Pendidikan Agama Islam yang telah memberikan tugas ini.
Kami menyadari bahwa penulisan Makalah ini tentunya tidak terlepas segala dari segala kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun selalu diharapkan demi kebaikan dan kesempurnaan makalah ini. Meskipun demikian, kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis maupun permbaca.
Wassalamualaikum wr.wb


















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 1
DAFRTAR ISI ................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 3
A.      Latar belakang .............................................................................................................. 3
B.      Rumusan masalah ........................................................................................................ 3
C.      Tujuan .......................................................................................................................... 3
D.     Metode penulisan ......................................................................................................... 3
E.      Sistematika penulisan .................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................... 4
A.    EKSISTENSI DAN MARTABAT MANUSIA .......................................................... 5
1.      Tujuan Penciptaan Manusia ......................................................................................... 5
2.      Fungsi dan Peranan Manusia ........................................................................................ 5
B.     TANGGUNGJAWAB MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH ...................................... 6
1.  Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah ........................................................... 6
2.  Tanggung jawab Manusia sebagai Khalifah Allah ....................................................... 6
C.     IMTAQ ........................................................................................................................ 6
BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 8
A.    KESIMPULAN ........................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 8
















BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Kehadiran manusia tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Manusia hakekatnya adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Pada diri manusia teedapat perpaduan antara sifat ketuhanan dan sifat kemakhlukan. Dalam pandangan islam, sebagai makhluk ciptaan Allah SWT manusia memiliki tugas tertentu dalam menjalankan kehidupannya di dunia ini. Untuk menjalankan tugasnya, manusia dikaruniakan akal dan pikiran oleh Allah SWT. Akal dan pikiran tersebut yang akan  menuntut manusia dalam menjalankan perannya.
Dalam hidup di dunia, manusia diberi tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam.
Dalam konteks Indonesia, realitas imtaq direpresentasikan antara lain oleh kehadiran lembaga keagamaaan dengan segala dimensinya, sementara realitas ipteks direpresentasikan oleh ke zaman neolithikum, masyarakat Indonesia telah mengenal pengetahuan yang cukup tinggi. Di mana masyarakat telah mampu memanfaatkan angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktifitas pelayaran dan perdagangan, juga mengenal astronomi atau ilmu perbintangan sebagai petunjuk arah pelayaran atau petunjuk waktu dalam bidanng pertanian.

B.     Rumusan masalah
1.      Bagaimana eksistensi dan martabat  manusia?
2.      Apa saja tanggungjawab manusia di muka bumi ini?
3.      Apa yang dimaksud dengan imtaq?

C.     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari topik ini adalah :
a.    Menjelaskan eksistensi dan martabat manusia yang meliputi tujuan penciptaan manusia dan fungsi serta peranan manusia.
b.    Menjelaskan apa saja tanggungjawab manusia di muka bumi ini.
c.    Menjelaskan pengertian imtaq.

D.    Metode penulisan
Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber tidak hanya dari buku tetapi juga dari media-media lain seperti perangkat  media massa yang diambil dari internet.

E.     Sistematika penulisan
Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu bab pendahuluan bab pembahasan, dan bab penutup. Adapun bab pendahuluan terbagi atas : latar belakang, rumusan masalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Bab pembahasan berisi tentang perincian dari rumusan masalah. Bab penutup berisi kesimpulan.












































BAB II
PEMBAHASAN

A.    EKSISTENSI DAN MARTABAT MANUSIA

1.      Tujuan Penciptaan Manusia
Allah menciptakan alam semesta ini pastilah mempunyai tujuan. Begitu juga dengan manusia, manusia diciptakan karena ada tujuannya. Seperti yang difirmankan oleh Allah, yang artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribada kepada-Ku. (Q.S Adz-Dzariyat:56)
Hakikat ibadah, menurut Sayyid Quthb tersimpul dalam dua prinsip, yakni :
a.       Tertanamnya makna menundukkan dan merendahkan diri kepada Allah (al-‘ubudiyah lillah) di dalam jiwa.. dengan kata lain, manusia senantiasa menyadari bahwa dalam alam ini hanya ada satu Tuhan yang kepada-Nya manusia beribadah.
b.      Berorientasi kepada Allah dalam segala aktivitas kehidupan. (Sayyid Quthb. 1975. Jilid VI, Juz 27 :378)
Nabi Muhammad SAW menggariskan prinsip suatu aktivitas yang bernilai ibadah atau tidak dalam suatu hadits beliau, yang artinya : Sesungguhnya nilai segala perbuatan diukur dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap perbuatan seseorang akan dibalas sesuai dengan niatnya.
Hadits di atas memberi petunjuk bahwa shalat, puasa, zakat dan haji hanya merupakan sebagian saja dari sekian banyak lapangan ibadah yang tersimpul dalam kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

2.      Fungsi dan Peranan Manusia
Manusia mempunyai peran yang ideal yang harus dijalankan, yakni memakmurkan bumi, mendiami dan memelihara serta mengembangkannya demi kemaslahatan hidup mereka sendiri, bukan mengadakan pengerusakan di dalamnya.
Kedudukan yang dipegang dan peranan yang dimainkan manusia dalam panggung kehidupannya di dunia pasti berakhir dengan kematian. Sesudah itu, dia akan dibangkitkan atau dihidupkan kembali ke alam akhirat. Di alam akhirat ini segala peranan yang dilaksanakan manusia selama hidup di dunia, sekecil apapun peranan itu, akan dipertanggungjawabkan, lalu dinilai dan diperhitungkan oleh Allah Yang Maha Adil. Setiap peranan akan mendapat balasan. Peranan yang baik akan mendapat balasan yang baik, sementara peranan yang buruk akan mendapatkan balasan yang buruk pula. Manusia yang mendapatkan balasan yang buruk akan merasakan kesengsaraan yang teramat sangat, dan manusia memperoleh balasan yang baik akan merasakan kebahagiaan yang abadi.
Tiugas atau fungsi manusia di dalam kehidupan ini adalah menjalankan peranan itu dengan sempurna dan senantiasa menambah kesempurnaan itu sampai akhir khayat. Hal itu dilakukan agar manusia benar-benar menjadi makhluk yang paling mulia dan bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa. ( Q.S Ali Imran :102 dan Q.S Al-Hujurat :13)



B.     TANGGUNGJAWAB MANUSIA

1.      Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah
Hakikat kehambaan kepada Alloh adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuhan. Hanya Allah-lah yang disembah dan hanya kepada allah-lah manusia memohin pertolongan (Q.S, Al-Fathihah:5). Beribadah kepada Allah merupakan prinsip hidup yang paling hakiki bagi orang islam, sehingga perilakunya sehari-hari senantiasa mencerminkan pengabdian itu diatas segala-galanya.
2.      Tanggung jawab Manusia sebagai Khalifah Allah
Tuhan telah menyampaikan kepada malaikat bahwa Dia akan menciptakan khalifah(wakil) dimuka bumi yaitu manusia yang tugasnya adalah mengurus bumi dan seluruh isinya, dan memakmurkannya sebagai amanah dari Allah. Sebagai penguasa dibumi, manusia berkewajiban membudayakan alam semesta ini guna menyiapkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera.
M. Quraish Shihab mengemukakan beberapa potensi tersebut yang diberikan Allah kepada manusia sehubungan dengan kedudukannya sebagai khalifah Allah dibumi :
1. Kemampuan untuk mengetahui sifat, fungsi dan kegunaan segala macam benda. Melalui potensi ini manusia dapat menemukan hukum dasar alam semesta, menyusun konsep, mencipta, mengembangkan dan mengemukakan gagasan untuk melaksanakanya serta memiliki pandangan menyeluruh terhadapnya.
2. Pengalaman selama berada di sorga, baik yang manis seperti kedamaian dan kesejahteraan maupun yang pahit seperti keluarnya adam dan hawa dari sorga  akibat terbujuk oleh rayuan syaitan. Pengalaman ini amat berharga dalam menghadapi  rayuan syaitan didunia, sekaligus peringatan bahwa jangankan yang belum masuk sorga, yang sudah masuk sorgapun, bila mengikuti rayuan syaitanpun akan diusir dari sorga.
3. Tuhan telah menakhlukan dan memudahkan alam semesta ini untukdiolah oleh manusia. Penakhlukan yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia sendiri, melainkan hanya oleh Allah. Dengan demikian , manusia  dan seluruh isi dialam semesta ini memiliki kedudukan yang sama dari segi ketundukan (penghambaan diri) kepada Allah.
4. Tuhan memberikan petunjuk kepada manusia selama masih dibumi.
C.     IMTAQ
Yusuf Qardhawi memberikan  uraian tentang peran iman dalam menjawab problem dan tantangan kehidupan modern yaitu:
1.      Mendatangkan kebahagiaan
Kebahagiaan barulah menjadi kenyataan yang dapat dirasakan apabila telah ada kedamaian, harapan dan perasaan puas serta perasaan cinta dan kasih sayang. Oleh karena itu, imanlah sebagai sumbernya. Iman merupakan sumber keamanan lahir maupun batin. Tanpa ada keimanan, semua kesenangan didunia hanya sebatas fatamorgana. Kebahagiaan hidup yang oleh Allah diditilahkan dengan hayatan thayyibah hanya bisa dicapai dengan keimanan dan amal shaleh (Q.S. An-Nahl: 97)
2.      Memberikan Kedamaian Jiwa
Kedamaian jiwa dihembuskan kedalam jiwa manusia yang beriman, sehingga hati mereka tetap teguh ketika kebanyakan orang mengalami kegoncangan batin. Jiwa mereka tetap lapang ketika kebanyakan orang  ditimpa kesempitan. Orang beriman memperoleh ketenangan dan kedamaian karena dia telah menempuh jalan hidup yang sesuai dengan fitrah yang ditetapkan Allah dalam jiwa manusia.
Orang yang beriman mengetahui bahwa ditengah kehidupan dunia modern yang singkat ini senantiasa berbaur antara kebaikan dan kejahatan, keadilan dan kedzhaliman, hak dan bathil, suka dan duka. Karakteristik kehidupan yang demikian tentu saja bukan tujuan, melainkan ladang untuk beramal, untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan pada kehidupan lain yang lebih hakiki. Suatu kehidupan dimana setiap orang akan menerima balasan yang seadil-adilnya dari apa yang telah dia perbuat.
3.      Melahirkan Sikap Berkecukupan
Keimanan senantiasa akan melahirkan perasaan senang dan puas (qana’ah) serta bersyukur kepada Allah atas rezeki yang telah dilimpahkan kepadanya.perasaan qana’ah atas apa yang Allah anugrahkan kepada kita akan menumbuhkan perasaan tentram dan damai dalam jiwa manusia.
4.      Melahirkan Rasa Aman
Seorang yang memiliki keimanan tidak akan dilanda cemas. Segala yang sukar diras ringan, yang jauh dirasa dekat, yang terjal dirasa mulus segalanya dijalankan dengan perasaan bahagia.
5.      Keimanan menumbuhkan sikap optimis
Perasaan optimis merupakan kekuatan yang mampu membangkitkan kemauan untuk berbuat. Ia mampu menumbuhkan semangat untuk selalu melaksnanakan kewajiban menyingkirkan perasaan malas serta menumbuhkan keseriusan. Optimisme yang tumbuh dari keimanan, percaya akan adanya pertolongan dan kasih sayang Allah.
6.      Membuat jiwa tegar dalam menghadapi cobaan
Keimanan menjadikan manusia menjadi lebih tahan dan sabar dalam menghadapi cobaan dan tantangan kehidupan, teguh pendirian dalam menghadapi masalah hidup.
Keimanan memang tidak memberikan solusi yang sifatnya jasmani tetapi problematika dan tantangan kehidupan modern, tetapi solusi yang diberikan oleh keimanan merupakan penyeimbang dari solusi-solusi lain. Keimanan memenuhi kebutuhan rohani manusia, sehingga dia menjadi lebih sempurna dan dewasa dalam menjalani kehidupan modern ini.




BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Berdasarkan berbagai aspek yang telah kami bahas, maka dapat kami menyimpulkan bahwa hakekat manusia dalam pandangan islam yaitu sebagai khalifah di bumi ini. Yang mampu merubah bumi ini ke arah yang lebih baik. Hal yang menjadikan manusia sebagai khalifah adalah karena manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lainnya, seperti akal dan perasaan. Selain itu, manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang paling baik, ciptaan Allah yang paling sempurna.
Imtaq merupakan wahana yang akan mengarahkan dunia pendidikan menuju target yang dituju, yakni menciptakan generasi beriman dan berilmu yang mampu bersaing dan beriman  kepada Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA
Elmubarok, Zaim. Dkk. 2013. Islam  Rahmatan Lil ‘Alamin. Semarang: Unnes Press.
Media massa internet.


Template by:

Free Blog Templates