Apa yang akan Anda lakukan ketika mengetahui kalau
almarhumah Ibu Anda mewariskan sebuah rumah kepada Anda? Dan apa pula yang akan
Anda lakukan jika kemudian Anda mengetahui rumah yang diwariskan tersebut
seringkali menghadirkan kumpulan kentang serta aroma masakan kentang secara
misterius? Well… ketika sebagian orang akan mulai memutar otak mereka dan
berusaha menjadi seorang pengusaha dengan memanfaatkan sekumpulan kentang
gratis yang selalu tersedia di rumah mereka setiap malamnya, pasangan kakak
beradik, Farah (Shandy Aulia) dan Rika (Tasya Kamila), justru mengalami mimpi
buruk dengan keberadaan kentang-kentang misterius tersebut di rumah mereka.
Yahhh… beberapa orang memang tidak memiliki bakat untuk berwirausaha. Berikut Ini thriller filmnya :
Anyway… Farah dan Rika sendiri mendapatkan sebuah rumah
mewah dari warisan ibu mereka yang meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan
tragis – kecelakaan yang akhirnya juga meninggalkan trauma mendalam pada jiwa
Rika. Farah sendiri telah berniat untuk tidak berlama-lama hidup di rumah
tersebut. Selain karena ukurannya yang terlalu besar untuk ditinggali berdua,
niat Farah untuk menjual rumah tersebut juga muncul agar dirinya dapat memiliki
tabungan yang cukup bagi Rika dan dirinya. Sayang… semenjak malam pertama
mereka tinggal di rumah tersebut, berbagai kejadian mistis mulai terjadi –
kebanyakan ditandai dengan munculnya serakan kentang di lantai rumah ataupun
aroma masakan kentang yang tercium di waktu malam hari. Rangkaian kejadian yang
awalnya tidak dapat diterima Farah dengan akal sehatnya, namun, setelah
mencederai Rika dengan cukup parah, akhirnya membuat Farah tersadar bahwa ada
kekuatan tersembunyi dalam rumah tersebut yang tidak menginginkan kehadiran
dirinya dan Rika.
Geez… Bagaimana cara yang tepat untuk memulai menggambarkan
kekacauan yang dihadirkan oleh film ini? Diarahkan oleh Jose Poernomo – yang
mungkin akan selamanya diingat oleh para penikmat film Indonesia sebagai salah
satu otak dibalik kesuksesan dari film horor legendaris, Jelangkung (2001) –
serta naskah cerita yang ditulis oleh Riheam Junianti (Apa Artinya Cinta?,
2005), Rumah Kentang ternyata tidak lebih dari sekedar film horor yang murni
hanya ingin menakut-nakuti penontonnya dengan beberapa adegan kejutan yang
melibatkan beberapa karakter dari dimensi lain tanpa pernah mau menghadirkan
jalan cerita maupun karakterisasi yang benar-benar dapat dipercaya dan
dinikmati kehadirannya. Sialnya lagi, tidak semua adegan kejutan bernuansa
mistis tersebut berhasil tampil menakutkan. Kebanyakan malah menjadi berkesan
mengganggu dan membosankan karena terus-menerus ditampilkan dengan formula yang
sama.
Permasalahan utama film ini jelas terletak pada naskah
ceritanya. Berusaha memanfaatkan urban legend mengenai kehadiran sebuah rumah
yang selalu beraroma kentang bernuansa mistis di malam hari – yang, sejujurnya,
lebih terdengar sebagai premis sebuah film komedi daripada sebuah film horor,
Riheam Junianti sayangnya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadirkan
jalan cerita dan karakter yang layak untuk mampu menutupi kekonyolan premis
cerita yang ia miliki. Ujung-ujungnya, Rumah Kentang hadir dengan jalan cerita
yang tampil begitu menggelikan, deretan dialog yang benar-benar terdengar bodoh
serta karakter-karakter yang terus-menerus melakukan berbagai tindakan yang
akan mampu membuat penonton berharap agar mereka segera terbunuh sehingga jalan
cerita film ini dapat segera selesai.
Yang semakin memperburuk kualitas film ini jelas adalah
penampilan para jajaran pengisi departemen aktingnya – terutama penampilan
pemeran utama film ini, Shandy Aulia. Shandy memang dapat saja memberikan
sebagian beban kesalahan kepada dangkalnya penggalian karakter yang ia
perankan. Namun… dengan penampilan mimik wajah dan nada suara yang monoton di
sepanjang 102 menit durasi film? Shandy Aulia jelas semakin membuat karakter
yang ia perankan menjadi begitu mengesalkan untuk dilihat. Nama-nama pemeran
utama lain seperti Tasya Kamila dan Gilang Dirgahari memberikan penampilan yang
setidaknya jauh lebih baik dari penampilan Shandy Aulia – walaupun hal tersebut
tidak membuat Rumah Kentang menjadi lebih baik.
Rumah Kentang, tanpa diragukan, jelas sedang berada di jalur
yang tepat untuk menjadi salah satu film Indonesia terburuk tahun ini. Jalan
cerita yang ditulis oleh Riheam Junianti benar-benar terlihat begitu konyol
dengan deretan karakter yang dangkal serta dialog yang menggelikan. Jose
Poernomo juga tidak banyak membantu dalam pengarahan akting para pemerannya –
khususnya Shandy Aulia yang tampil datar di sepanjang film. Satu-satunya nilai
positif dariRumah Kentang mungkin adalah penataan sinematografinya yang mampu
membuat film ini berada satu tingkat sedikit lebih tinggi daripada kebanyakan
film-film horor murahan yang banyak beredar di layar bioskop Indonesia.
Selebihnya…Rumah Kentang adalah sebuah sajian yang gagal dalam setiap cerita
maupun penampilannya.




0 komentar:
Posting Komentar