Inilah sisi lain dari anak-anak muda Indonesia yang rela
meninggalkan zona kenyamanan demi mewujudkan sebuah keadaan yang lebih baik
bagi dunia pendidikan di Indonesia. Melalui Gerakan Indonesia Mengajar, 50
pemuda-pemudi Indonesia Angkatan I, yang terpilih dari 1386 pendaftar,
diberangkatkan ke berbagai daerah pedalaman di Indonesia untuk mengajar dan
berbagi inspirasi dengan para peserta didik.
Kisah-kisah INSPIRATIF dan pengalaman-pengalaman berharga
mereka selama mengajar di daerah pedalaman tersebut dibagikan kepada para
pengunjung Indonesia Book Fair (IBF) 2011 di area Panggung Utama pada Minggu 27
November 2011. Talkshow yang fenomenal ini berlangsung selama 120 menit dari
pukul 19.00 s/d 21.00 WIB.
Pada kesempatan yang inspiratif ini turut hadir Anis
Baswedan selaku pendiri Gerakan Indonesia Membaca. “Mereka rela meninggalkan
kenyamanan hidup di kota dan jauh dari keluarga untuk mengabdi di pedalaman
sebagai guru,” ucap Anis Baswedan mengawali Talkshow.
Bagi Anis, keterlibatan para pengajar muda ini dilandasi
semata-mata oleh ketulusan dan visi menuju perubahan yang lebih baik yang
dimiliki oleh masing-masing pengajar muda yang terlibat. “Tidak ada sedikit pun
unsur keterpaksaan ketika mereka ingin bergabung dengan Indonesia Mengajar,”
tambahnya.
Bagi Roy, salah satu guru muda Angkatan I yang ikut
diterjunkan ke pelosok, keputusannya untuk bergabung dengan Indonesia Mengajar
dilandasi oleh keyakinan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa diselesaikan
dengan hanya berdiam diri di belakang meja kerja. “Saya memutuskan untuk
mengundurkan diri dari pekerjaan saya dan memilih bergabung dengan Indonesia
Mengajar,” ucapnya.
Sebelum bergabung dengan Indonesia Mengajar, adalah salah
satu pegawai yang bekerja di Bank Indonesia. Tidak berbeda halnya dengan Roy,
Wiwin, pengajar muda yang juga ikut hadir dalam acara Talkshow, memutuskan
untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memilih bergabung dengan
Indonesia Mengajar.
Ketika ditanya alasan yang melatarbelakangi keputusannya
tersebut, Wiwin mengaku tidak bisa memberi jawaban yang memadai. “Bagi saya,
keputusan bergabung dengan Indonesia Mengajar adalah panggilan hati,” ucapnya.
Pengalaman-pengalaman Roy dan Wiwin, beserta para guru muda
lainnya, kemudian dituangkan ke dalam sebuah buku fenomenal berjudul Indonesia
Mengajar : Kisah Para Pengajar Muda di Pelosok Negeri. Buku yang diberi Kata
Pengantar oleh Anis Baswedan ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka, lini
Penerbit Mizan.
Selama pameran berlangsung, stand Penerbit Mizan memberi
potongan harga sebesar 20% untuk buku ini. Bagi yang ingin bergabung dengan
para pengajar muda lainnya di Indonesia Mengajar, bisa mengunjungi situs resmi
Gerakan Indonesia Mengajar di www.indonesiamengajar.org. Talkshow yang sangat
INSPIRATIF ini diakhiri dengan book signing oleh Anis Baswedan.
Source :http://www.indonesiabookfair.com




0 komentar:
Posting Komentar